§ 03 — Budaya

Warisan hidup yang dijaga generasi ke generasi.

Tekstil, tarian, arsitektur, teater, bahasa — lima wajah budaya Palembang yang masih berdenyut hari ini.

Songket Palembang
01

Tekstil

Songket Palembang

Kain tenun mewah dengan benang emas dan perak. Motif tradisional seperti Lepus, Bungo Pacik, dan Nampan Perak melambangkan status, doa, dan filosofi keluarga Kesultanan.

Tari Gending Sriwijaya
02

Tari Penyambutan

Tari Gending Sriwijaya

Tarian sakral untuk menyambut tamu kehormatan, terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Sembilan penari perempuan mengenakan aesan gede lengkap dengan mahkota kesuhun.

Rumah Limas
03

Arsitektur

Rumah Limas

Rumah panggung berundak khas Palembang, biasanya lima tingkat (kekijing) yang masing-masing punya makna sosial. Dulunya dihuni bangsawan; kini dilestarikan sebagai warisan arsitektur.

Dul Muluk
04

Teater Rakyat

Dul Muluk

Teater tradisional yang menggabungkan tembang, dialog, dan komedi. Muncul pada abad ke-19, menghidupkan malam-malam warga di halaman kampung.

Bahasa Palembang
05

Bahasa

Bahasa Palembang

Terbagi dalam Baso Pelembang Alus (bahasa halus keraton) dan Baso Pelembang Sari-Sari (bahasa sehari-hari). Kata 'kito' dan 'nian' adalah tanda paling akrab.